Selasa, 16 Juli 2013
Tausiah "Mengapa Mesti Berpuasa"
Dalam bulan ramadhan hanya satu, perumpamaan bagi orang yang berpuasa dibulan ramadhan itu adalah orang yang beriman.
bagaimana kita menilai orang mana yang tidak puasa dan mana yang puasa dengan melihat keimanannya.
karena bulan ramadhan ini bulan untuk orang-orang yang beriman, orang yang beriman itu tau apa yang dilakukan dan dikerjakan apa yang diperintahkan.
apabila ada orang yang tidak puasa didepan kita diamkan saja dalam hati kita kita tahu bahwa dia ini bukan orang yang beriman.
tidak usah berkata “anda tidak menghormati orang yang berpuasa” ataupun “anda tidak menghargai orang yang berpuasa”.
jika memang dia memiliki iman maka ia akan berpuasa dan jangan dijaikan permasalahan bagi mereka yang tidak berpuasa yakin saja apa yang diperintahkan Allah dan kita berbuat karena Alalh SWT.
Berpuasanya orang yang beriman itu karena Allah bukan karena yang lain.. lillahi ta’ala..
karena Allah…
Jemputlah Hujan Dengan Doamu Yg Lantang
Peluhmu Jadi Saksi Prasasti Kesungguhan
Tak Usahlah Menangis, Usap Saja Air Mata Itu
Karena Air Mata Bisa Jadi Simbol Banyak Makna
Biarkanlah Kambing Hitam Itu Merumput Dan Jangan Diganggu
Endapkan Saja Semua Salah Dan Dosa Yang Ada Dalam Ceruk-Ceruk Hati Kita Yg Lusuh
Biar Air Mata Para Nabi
Membasuh Hati Kita
Tetes Demi Tetes Biar Meretas Waktu
Menjadi Telaga Al-Kautsar Yg Suci
Tanggalkan Semua Keakuan Dan Dusta
Larutkan Sesal Dalam Tadabur Yang Khusu
Hingga Kita Benar-Benar Telanjang
Karena Tuhanpun Suka Ketelanjangan.
Benarkah Setia itu Menyakitkan
Salam pertemuan buat semua.
Satu soalan saya hari ini buat
teman-teman semua.
Bagaimana hati dan iman anda
hari ini? Masih ‘sihatkah’.
Alhamdulillah. Setia itu
menyakitkan? Benarkah
ungkapan ini? Ungkapan ini
begitu popular pada pasangan
yang baru sahaja mengalami
kemalangan di dalam
percintaan mereka yakni
putus atau suami isteri yang
mengalami kecurangan
pasangan hidup mereka. Moga
kita di jauhi dari segala fitnah
dunia ini. Ameen
“Kalau tidak mampu
untuk setia jangan sekali
kita mengenal cinta.” Indah
betul ungkapan ini. Mungkin
ada yang memahaminya pada
tafsiran yang berbeza.
Pertama kali melihat saya agak
terjatuh hati dengan kata-kata
ini. Tapi kali kedua melihat dan
memikirkannya membuatkan
hati saya mula
mempersoalkannya.
Sebenarnya
cinta yang
bagaimana yang boleh
didasarkan dengan makna
setia. Kita harus
memahaminya sedalam-
dalamnya. Ramai yang
beranggapan ‘orang ketiga’
itu adalah punca yang menjadi
keretakan dalam hubungan
cinta dan rumahtangga. Kita
sering menyalahkan orang
ketiga tetapi mengapa kita
tidak merujuk kepada ‘orang
pertama’ dan ‘kedua’ yakni
pasangan yang sudah ada tali
ikatan cinta itu sendiri? Setiap
yang berlaku pasti ada
sebabnya.
Mengapa pasangan kita
berubah hati kepada yang
ketiga kerana kita tidak
mampu mendidik hati kita
untuk menjaga hatinya. Saya
ulangi kerana kita tidak
mampu mendidik hati kita
untuk menjaga hatinya.
Bagi memahami apa yang saya
jelaskan
tadi mari kita
memahami apa yang
dimaksudkan dengan cinta itu.
Cinta atau hub atau pyar atau
love atau mohabbatein ini
banyak di sebut di dalam
Kalam Allah kerana ia
mempunyai maksud yang
indah. Cinta itu fitrah dan
sememangnya ada pada setiap
makhluk
yang diciptakan oleh
Allah. Bercinta itu tidak salah
tetapi melanggar hukum cinta
itu yang salah. Menghalalkan
yang haram itu yang
membawa kepada mazmumah.
Boleh
menghalalkan yang
haram tetapi perlu betul
caranya. Bagaimana? Nikah.
Jika bertunang adakah
masih halal untuk menjalinkan
cinta? Haram sekiranya kita
melanggar segala yang
dilarang di dalam agama
seperti bersentuhan atau
berpimpinan tangan. Kerana
dia masih belum halal untuk
kita dan masih dia belum
mahram kita. Bertunang itu
hanya adat bukan syariat.
Maka harus dijaga setiap
perlakuan kita. Zina hati
terutamanya. Kata orang,
apabila kita bertunang ini
banyak dugaannya dan saya
menambah lagi bahaya
dugaannya. Cinta boleh jadi
dendam jika tidak dijaga
dengan mendalam! Cinta
juga boleh menjadi
kesumat jika tidak dikawal
dengan cermat!
Apabila bertunang,
rindu di hati makin mekar
semekar bunga di taman.
Dugaan pasti hadir dalam
tempoh itu. Jika tiada kawalan
atau ketetapan iman pasti
akan merobohkan ikatan yang
membawa ke alam
perkahwinan itu. Oleh itu,
kawallah hati nescaya kita
akan mampu mengawal
diri! Setia itu bukan mudah
tetapi tidak susah jika
semuanya kerana Allah. Jika
matlamat betul dan jodoh
yang kita pilih itu adalah tepat
dengan kita pasti hati kita
susah untuk berubah atau
tergelincir dari setia. Namun,
jika sebaliknya pasti akan
berlaku perkara yang
mendukacitakan kita tetapi
percayalah setiap kejadian
pasti ada hikmahnya.
Mendidik
setia itu sukar tetapi
boleh dikawal bukan dengan
pandangan mata tetapi
dengan pandangan mata yang
ada pada dada yakni hati!.
Jika setia kita bentuk
dengan hanya pandangan
mata, maka apabila berlaku
‘pameran’ kecantikan wanita
di hadapan mata kita. Kita
akan jadi buta. Buta memilih
antara yang indah dan sedap
untuk di pandang. Apabila kita
melihat rupa mungkin kita
keliru dan buntu. Masih tercari-
cari
yang paling cantik.
Percayalah kecantikan
manusia itu takkan kekal
hanya Allah sahaja yang
maha kekal. Zaman sekarang
ini berbeza, apa guna rupa
yang cantik jika banyak
penyakit! Apa guna wajah
yang tampan jika tidak
mampu melaksanakan suruhan
Tuhan.
Berbalik pada ungkapan
tadi. Sebenarnya setia itu
tidak menyakitkan bahkan
membahagiakan walaupun
kita disakiti. Tetapi ada yang
berkata luka di jiwa lebih
dalam dan lama kesannya dari
luka yang ada pada tubuh
badan kita. Tetapi kedua-
duanya tetap meninggalkan
kesan dan parut! Kita perlu
mengenal cinta! Kita perlu
mentadbir setia! Tetapi
bagaimana cara dan
pelaksanaannya? Jawapannya
kenal cinta DIA dahulu. Kita
mengaku kita tahu Allah itu
ada tetapi kita tidak benar-
benar kenal bahawa Allah itu
ada dengan kita bahkan
sentiasa memerhatikan setiap
gerak-geri kita.
Apabila kita disakiti
atau dicurangi pernahkah kita
menyoal kembali diri kita.
Adakah kita pernah menyakiti
Allah dan mencurangi kasih
Allah kepada kita. Kita sudah
lupa ‘si pemberi’ kasih dan
cinta apabila kita bertemu
dengan ‘dia’ di dunia. Kita
bercinta kemudian putus
kemudian bertemu lagi
kemudian putus lagi kemudian
bertemu kembali. Takdir dari
Allah. Apabila berlaku perkara
yang menguji hati dan
perasaan kita, barulah kita
akan kembali kepada Allah.
Mujur masih diberikan hati
untuk berubah. Itu tanda hati
kita masih belum mati lagi.
Acap kali kita melakukan dosa
dan acap kali kita bertaubat.
Kita bersih dan suci. Tetapi
pernahkah kita berfikir sudah
berapa kali kita berlaku curang
terhadap kasih Allah kepada
kita?
Ketika bertemu dengan
‘dia’ kita percaya bahawa dia
adalah jodoh kita dan datang
dari Tuhan dan jodoh itu kita
yang berusaha
mendapatkannya. Maka
dilaksanakan Istikarah, Doa
dan Istiqamah dalam
memilihnya. Tetapi sedarkah
kita, adakah kita benar-benar
sudah bersedia untuk
mendapatkan jodoh kita itu.
Saya ulangi soalan saya
adakah kita sudah mampu dan
sanggup ke alam
tanggungjawab yang lebih
besar? Tiada guna jika
makan dan belanja pun
masih ditanggung ibu bapa
tetapi hati ‘gian’ hendak
mencari jodoh yang mulia.
Bagi mereka yang
berkemampuan tidak
mengapa tetapi bagi yang
tidak, fikirkanlah sedalam-
dalamnya. Apa guna
mengejar syurga rumah
tangga seandainya syurga
di bawah telapak kaki pun
masih terkial-kial
mencarinya. Di dalam
kehidupan ini kita harus tahu
bahawa jodoh itu kita
merancang memilihnya dan
Tuhan juga merancang
menentukannya. Percayalah
bahawa jodoh dari Tuhan itu
adalah yang paling tepat
kerana dia Maha Agung dan
Maha mengetahui. Bersabarlah.
Namun, jika kita
rasakan cinta kita yang
sekarang ini adalah milik kita
dan dia sebenarnya kita sudah
melakukan satu kesilapan
yang agak besar. Ini bermakna
kita sudah memberikan hati
kita kepada dia dan berharap
dia yang terawal dan terakhir
atau dia yang kedua dan
terakhir atau dia yang ketiga
dan terakhir. Apabila bukan
kerana Tuhan, cinta yang
diberikan itu bertemu titik
perhentian dan ujian maka apa
yang
dipanggil setia itu akan
dikatakan sebagai satu
kesakitan. Ingatlah apabila kita
memiliki sesuatu jangan sekali-
kali kita menganggap ia
merupakan milik kita selama-
lamanya anggaplah ia hanya
pinjaman. Kerana jika kita
meminjam kita harus
memulangkannya kembali.
Begitu juga dengan cinta,
anggaplah ia pinjaman dari
Tuhan. Jika nikmat itu ditarik
balik kita tidak akan merasa
kesakitan kerana ia
sebenarnya MILIK TUHAN.
Kita tiada daya untuk
menghalangnya.
Jika hendak menilai
setia mari kita renungi kisah
Asiah isteri Firaun, dia setia
kepada suaminya tetapi Allah
yang utama. Dia diuji dengan
suami yang zalim dan kejam
tetapi dia yakin dengan
percaturan Tuhan. Setia itu
tidak menyakitkan tetapi
memberi kebaikan. Apabila
kita diduakan baru kita
tahu kita juga telah
menduakan cinta Tuhan!
Setia itu membahagiakan!
Walau hati disakiti tetapi ingat
kita masih ada Ilahi bukankah
dia yang mengurniakan hati
kita? Kesetiaan itu pasti di
balas. Jika bukan di dunia
mungkin nanti di alam sana.
Apa yang penting kita
sentiasa berbaik sangka
dengan Tuhan!
.
.
.
.
Apa yang Anda pikirkan tentang lagu dibawah ini >setia itu menyakitkan_Angkasa>
Jangan terlalu mendalami tentang cinta
Bila tak bisa menerima kegagalan
Cinta bisa bahagia dan bisa terluka
Disakiti menyakiti hati
[*]
Jangan pernah setia
Bila harus berujung menyakitkan
Sia-sia setia
Bila harus slalu terluka
[**]
Mungkin karena setia
Cinta takkan pernah akan bahagia
Tapi karena mendua
Cinta ‘kan berakhir bahagia
Karena cinta yang bisa membuat bahagia
Karena cinta yang bisa membuat terluka
Karena cinta yang bisa membuat bahagia
Karena cinta yang bisa membuat terluka
Back to [*][**]
Jangan pernah setia
Jangan pernah setia
Bila harus bila harus
Menyakitkan
Karena cinta yang bisa membuat bahagia
Karena cinta yang bisa membuat terluka
Angin dingin mulai sirna
Mendengar batinku barkata
Akan kutunaikan ibadah puasa
Ikhlas karena Allah Yang Maha Esa
Dan semoga engkau yang disana juga
sama
Selamat Makan Sahur Kuucap Sapa
Sebelum waktu imsak tiba ...
Suasana Ramadhan sungguh indah,
Karena berhiaskan cahaya ibadah
Menerangi hati semakin cerah
Buat kita tersenyum Alhamdulillah
Bersyukur Kepada Allah Yang Maha
Pemurah
Sebelum imsak aku menegur
Selamat Makan Sahur !
Makan sahur jangan pake pelepah kates
Ntar buka puasa makannya gak lahap
Biar pantun saya maksa gak boleh protes
Kan dari awal saya udah minta maaf
Jalan-jalan ke tanah Banten
Pulangnya mampir ke pantai Sanur
Ayo lekas kita bangun
Untuk Menikmati makanan sahur
Kukirimkan senyum syukur
Lewat do'a yang tak terukur
Semoga yang disana dah bangun tidur
Sebelum waktu imsak menegur
Selamat Makan Sahur !
Biarpun jauh dari keluarga
Namun janganlah lupa
Bahwa dalam hati mereka
Ada senyum do'a do'a
Agar kita sehat Menjalankan puasa
Di bulan yang berlimpah pahala
Untuk engkau yang disana
Selamat Makan Sahur...ya
Semoga puasa berlimpah pahala ...
Ada nasi ikan dan sayur,
Tersedia diatas meja,
Kuucapkan selamat makan sahur,
Untuk Engkau sekaluarga,
https://www.facebook.com/pages/KALAM-CINTA
Dia adalah nafasku
Dia adalah hidupku
Tanpanya ku disini tak berarti
Pengorbanan dan kasih sayangnya yang
membuatku terus bertahan
Air matanya yang di tumpahkan olehku
menyadarkan arti kehadiranku
Ku yakin semuanya kan abadi, kasih
sayangnyapun akan abadi
Hingga tiba hari keberhasilanku,
Ia pun akan memelukku dengan erat
menciumku dengan penuh kasih sayang
dan berkata anakku telah berhasil
Akan ku tunjukkan pada semua orang
bahwa dialah orang yang terhebat
mengajarku di saat ku bilang tak bisa
membimbingku di saatku tersesat
menjewerku di saatku tak mau
mendengar
dan memperlihatkan isi dunia ini
itulah Ayah dan Ibuku
sosok yang akan selalu ku banggakan
AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN
Ramadhan kembali menjelma lagi,
Akan terubat rindu di hati ini,..
Rinduku pada solat Sunat Terawih ,
Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam
bersabda:
"Sesiapa yang mendirikan sembahyang
(Terawih) dalam bulan ramadhan dengan
penuh keimanan dan mengharapkan
keredhaan Allah, akan diampunkan
segala dosa yang dilakukannya sebelum
itu".
Rinduku pada taddarus Al-Quran ,
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam
bersabda:
"Tidak berkumpul suatu kaum pada
mana-mana rumah Allah, mereka
membaca dan bertadarus Al-Qur'an,
melainkan diturunkan kepada mereka
ketenangan (sakinah), diliputi rahmat,
dikelilingi malaikat dan Allah menyebut
mereka pada para malaikat"
Rinduku pada malam Lailatul-Qadar ,
"Sesiapa yang menghidupkan malam
Lailatul Qadar
dengan penuh keimanan dan
mengharapkan pahala,
maka diampunkan baginya dosa yang
telah lepas dan sesiapa yang berpuasa di
bulan Ramadhan dengan penuh keimanan
dan mengharapkan pahala,
maka diampunkan baginya dosa yang
telah lepas."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Rinduku pada segala-galanya di bulan ini..
Masih sempatkahku untuk
menyempurnakan rindu itu,
Penuhilah hari-harinya dengan beribadat,
Kejarlah syurga dan jauhilah neraka,
Moga bahagia sepanjang hayat.
Ramadhan bukan sekadar menahan diri
drpd lapar dan dahaga..
Ramadhan adalah utk kita memperbaiki
hubungan dgn Pencipta..
Let's strive together to be productive
muslim.. Insyaallah..
Senin, 15 Juli 2013
Humor Ramadhan
Pada suatu hari di bulan ramadhan,
ada seorang anak tidak sabar
menunggu adzan maghrib dan mengeluh
pada bapaknya.
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa
sich?”
Bapak : “Jam 18, sabar dong” Jawab
bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 06:20
terus”
Bapak : “Emang knp?”
Anak : “Kan pengen cepet buka puasa
pak…,
apa kita putar aja jamnya biar jam
18:00?”
Bapak : “Ya udah…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan
segera memutar jarum jam sampe ke
angka 18:00.
Anak : “Pak…udah jam 18:00 tuh,
buka puasa yok…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di
kamar. Di ruang tamu, di ruang
tengah, di kamar bapak,dan di dapur
belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6
semuanya?” Respon anak itu
manggut- manggut , lalu berlari dan
memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…”
Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan
masjid udah?”
Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga
dan masjid juga??”
Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6
semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, mending
nunggu aja, ketimbang mesti capek-
capek muter jarum
jam kecamatan.”
Langganan:
Postingan (Atom)