Kamis, 29 Agustus 2013

RENUNGAN !!

“JANGANLAH SUATU DOSA YANG TERLIHAT BEGITU BESAR BAGIMU, MERINTANGIMU DARI BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA SIAPA YANG MENGENAL TUHANNYA, AKAN MENGANGGAP DOSANYA TAK SEBERAPA DIBANDING KEMURAHAN-NYA”. Allah telah menciptakan kita dengan dibekali kemampuan melakukan perbuatan yang baik dan buruk. Dia juga memberi kita pengetahuan untuk membedakan dan memilih secara tepat. Semakin kita merenungkan cara-cara sempurna, rencana-rencana, rahmat dan kemurahan-Nya yang terus-menerus, maka semakin tinggi pula kesadaran kita, dan semakin kita merasakan kehadiran-Nya. Walhasil, kelalaian dan perbuatan buruk kita akan mengantarkan kepada terbukanya pengetahuan, kebijaksanaan, dan kepuasan abadi dalam anugerah, kekuasaan, dan pengampunan-Nya yang kekal.

Kenapa orang Non Muslim banyak yang kaya sedangkan orang muslim banyak yang miskin?

Kenapa orang Non Muslim banyak yang kaya sedangkan orang muslim banyak yang miskin? JAWAB Saya masuk menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan beliau sedang berbaring miring di atas tikar pandan kecil yang bersulam, dan di bawah kepalanya bantal dari kulit berisikan rumput kering. Lalu beberapa orang dari sahabatnya datang di antaranya adalah Umar bin Khaththab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun bangkit menggeser tubuhnya yang sedang terbuka bajunya. Umar bin Khaththab tak sanggup menahan tangisnya ketika melihat bentuk sulaman tikar yang membekas di tubuh bagian samping Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya, "Mengapa engkau menangis, wahai Umar?" Umar menjawab, "Demi Allah, saya tidak menangis kecuali tahu bahwa engkau lebih Allah muliakan daripada Kisra dan Qaishr. Mereka hidup dalam kesenangan, sementara engkau, Rasulullah, di tempat yang saya lihat?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apakah engkau tidak rela dunia menjadi milik mereka dan akhirat untuk kita?" Umar menjawab, "Ya, aku rela." Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Begitulah yang benar" Subhanallah.. Tolong Bagikan Status ini ke sahabat Yang lainnya ya.. Insya Allah dapat Pahala.. Rasulullah shallallahu álaihi wasallam bersabda : “Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Rosulullah SAW Bersabda tentang 4 HAL !!

Nabi Muhammad SAW bersabda : 1. Empat hal yg membuat Badan Sakit : - kebanyakan Bicara - kebanyakan Tidur - kebanyakan Makan - kebanyakan Bertemu Orang 2. Empat hal yg merusak Tubuh : - Khawatir/Cemas - Kesedihan - Kelaparan - Tidur Larut Malam 3. Empat hal yg membuat Murung dan Kesedihan : - Bohong - Kurang Ajar atau tidak hormat - Berdebat tanpa Pengetahuan atau Informasi yg memadai - Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa Takut 4. Empat hal yg meningkatkan Wajah Berseri dan Kebahagiaan : - Kesalehan - Loyalitas - Kedermawaan - Menolong sesama dg Ikhlas tanpa diminta hny harap Ridho ilahi 5. Empat hal yg Memberhentikan Rezeki : - Tidur dipagi hari dari Sholat Subuh hingga Matahari Bersinar - Tidak melakukan Sholat/Berdoa secara teratur - Malas - Penghianatan atau Ketidakjujuran 6. Empat hal yg membawa Rezeki : - Berdoa dimalam hari - Tobat - Beramal - Berdzikir Nabi Muhammad SAW jg bersabda : "Hiasi Jiwamu dg Shalat, Zikir and Al-Quran krn Satu ayat Al-Quran pd Hari Akhir kan memberi Safaat. Jika kmu Susah, janganlah merasa Pilu, karena Ada Allah tempat Mengadu. Jika kmu Gagal, janganlah berputus Asa. karena Ada Allah tempat Meminta. dan Jika kmu Bahagia, Janganlah kmu menjadi Lupa, Karena hanya Allah lah tempat kta memuja dan mengucapkan syukur .. sungguh allah mengetahui apa yang ada didalam hatimu Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Subhanallah

Rabu, 28 Agustus 2013

Rezaki

Rezeki bukan hanya makanan dan uang. Rasulullah shalallahu alaihi wassallam bersabda , “dua nikmat (rezeki) yang sering dilupakan kebanyakan orang adalah "kesehatan" dan "kesempatan” (HR Bukhari). Dalam hidup ini, ada dua jenis rezeki yang diberikan Allah subhana wa Ta'ala kepada manusia: 1. Rizqi kasbi (bersifat usaha) Rizqi kasbi diperoleh lewat jalur usaha dan kerja. Terutama jika menyangkut kekayaan dunia, rezeki jenis ini tidak mensyaratkan kualitas keimanan penerimanya. Tidak jarang kita jumpai orang yang ingkar kepada Allah tetapi hidupnya sukses. Selain sebagai hasil kerja, karena rizqi kasbi memang berasal dari sifat rahman atau pemberian Allah. Rumusnya, siapa mau berusaha, dia akan dapat. Karena itu, rezeki berupa kekayaan dunia tidak selalu mencerminkan cinta Allah kepada pemiliknya. Juga karena kekayaan harta memang tidak bernilai di hadapan Allah. “Sekiranya bobot kenikmatan dunia di sisi Allah seberat sayap nyamuk, maka Dia tidak akan memberi minum kepada orang kafir meski hanya seteguk air” (HR Tirmidzi). 2. Rizqi wahbi (hadiah). Lain dari itu adalah rizqi wahbi. Rezeki ini datangnya di luar prediksi pikiran manusia. Kadang malah tidak memerlukan jerih payah. Pegawai rendahan bisa saja memiliki harta melimpah. Kiai desa yang miskin papa mendadak mendapatkan biaya haji dari pemerintah. Itulah rizqi wahbi. Perolehannya lebih karena sifat rahim atau kasih sayang Allah. Itulah kenapa yang paling berpeluang mendapatkan rizqi wahbi adalah hamba yang bertakwa. Kesuksesan orang bertakwa itu lebih ditentukan oleh kualitas keimanannya daripada profesinya. “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberinya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya” (QS At-Thalaq: 2-3). Rasulullah shalallahu alaihi wassallam menyatakan, istighfar secara rutin dapat mengundang rezeki dari arah yang tidak kita duga. “Barangsiapa melanggengkan istighfar, Allah akan melapangkan kegalauannya, memberikan solusi atas kerumitannya, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak dia sangka sebelumnya” (HR Ibnu Majah). Rezeki bukan melulu harta. Hidup dijauhkan dari kemaksiatan adalah rezeki ... Juga gairah untuk beribadah. Kemudahan menyerap ilmu jelas rezeki... Kesempatan beraktualisasi diri juga rezeki ... Dan termasuk rezeki adalah ketika kita dihidupkan dalam lingkungan yang baik apalagi memiliki keluarga yang sakinah serta putra putri yang soleh bermanfaat ... Banyak orang stress akibat ditimpa problem keluarga. Seperti diingatkan Allah, “Wahai orang-orang beriman, sungguh di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah terhadap mereka” (QS At-Taghabun: 14). Ayat di atas jelas menegaskan bahwa istri dan anak potensial membuat hidup manusia merana. Harta yang melimpah tidak mampu menghapus duka ketika badai rumah tangga melanda. Begitu juga ketika penyakit mendera. Hidup kehilangan gairah. Berpenampilan serba mewah tetapi hati selalu berselimut duka. Marilah perbanyak syukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita , terlebih nikmat iman, nikmat sehat dan nikmat kesempatan beramal soleh. Atas buah kecintaan kita kepada Allah, niscaya Allah anugerahkan ketenteraman hati , rezeki (secara luas) yang berkah serta cinta kepada sesama. Semoga bermanfaat, dan rahmat Allah senantiasa menyertai kita. Aamiin ya Robbal alamin.

Selasa, 27 Agustus 2013

Mari Sampaikan Islam Dengan Cinta

Mari Sampaikan Islam Dengan Cinta Oleh : Ustadz Yusuf Mansyur ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa mijitin, lebih baik menikahlah dengan tukang pijit. ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa nyuciin baju, lebih baik menikahlah dengan tukang cuci. ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa masakin, lebih baik menikahlah dengan tukang masak. ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa mengatur keuangan, lebih baik menikahlah dengan tukang kredit. ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa merawat dan membersihkan rumah, lebih baik menikahlah dengan tukang sapu.Namun... ◦ Bila Anda ingin menikah hanya karena ingin mencari keridhoan-Nya, menjaga kehormatan dan membangun peradaban maka menikahlah dengan wanita sholihah. ‘‘...Dan sebaik² perhiasan dunia, dialah wanita sholihah...’’ ◦ Dia adalah seorang wanita yang menarik jika suami menatapnya, patuh saat suami menyuruhnya dan tidak menyalahi suami dalam hal yang tidak dia sukai dari dirinya dan dalam urusan hartanya. Semoga Allah melancarkan dan meridhai serta membukakan pintu jodoh bagi siapa saja yang belum punya jodoh. Berdoalah kepada Allah, hanya Allah-lah yang dapat memberikan semua hajat apa yang kita inginkan, termasuk dalam urusan jodoh. Dan memantapkan hati untuk menikah hanya untuk mencari keridhoan Allah. Dan juga yang belum punya anak keturunan segera mendapatkan anak keturunan. Serta yang lagi pengen usahanya meningkat, tanpa hutang yang menumpuk, dipermudahkan, dan diperlancarkan oleh Allah. Semoga Allah mengabulkan doa kita semua. Aamiin...

Jangan jadikan biarkan kebencian menguasai kita

كَرَاهِيةُ الآخَرِيْن تُشَبِّهُ إِشْعَالَ النَّار فيِ المَنْزِل لِلتخَلُّصِ مِنَ الفَأْرِ Kebencian kepada orang lain itu seperti membakar rumah, padahal hanya untuk menyingkirkan tikus. الكَرَاهِيةُ كَالحَمْض تُدْمِرُ الإِنَاء الَّذِي يَحْتَوِيهَا Kebencian itu seperti garam yg lama kelamaan akan menghancurkan kapal yang membawanya. فَاغْفِرْ لأَِيِّ شَخْصٍ أَخْطَأَ بِـحَقِّكَ، وَوَاصِلْ حَيَاتَكَ Maka maafkan siapa pun yang berbuat salah kepada anda, kemudian move on!

Jumat, 23 Agustus 2013

KISAH NABI MUSA DAN WANITA PENZINAH

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam keadaan yang berdukacita. Tudungnya hampir menutup seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menghiasi tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan rauk wajahnya yang ayu, tidak dapat menghapuskan kesan kepedihan yang dialaminya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus tunduk. Air matanya berderai ketika mula berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik itu. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun berkata, “Saya… telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya telah hamil. Setelah anak itu lahir, terus saya cekik lehernya sampai mati,” ucap wanita itu lalu menangis teresak-esak. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan celaka, pergi kamu dari sini! Agar bala dari Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah keluar. Ratap tangisnya amat memilukan. Dia tidak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Dia tidak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Dia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa a.s. “Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.” Mendengar penjelasan itu, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk berjumpanya kembali. Nabi Musa memohonkan ampun kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa menyesal adalah sama seperti mengakui bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak mempunyai hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedangkan orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh memberikan maksud yang dia masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahawa Allah itu berhak keatas dirinya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya. Malah dalam satu hadis Nabi s.a.w. berkata “sesiapa yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja, maka ia kafir terang-terangan” (H.R. Atthabarani) Dalam hadis Nabi s.a.w. disebutkan: “Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Quran, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahawa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan diseksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.” Sujudlah kepadaNya tanpa alasan Al-Ghazzali berkata: “Jika ada orang berkata, bahawa ia telah mencapai satu tingkat disisi Allah s.w.t. hingga ia tidak wajib sembahyang, maka tidak ragu dibunuh orang itu, dan membunuh orang yang seperti itu lebih afdal dari pada membunuh 100 orang kafir.” Ahmad bin Hanbal berkata: “Tidak sah berkahwin dengan wanita yang meniggalkan sembahyang, tetapi dalam mazhab kami, berkahwin dengan wanita kitabiyah dzimmiyah lebih baik daripada berkahwin dengan wanita yang meniggalkan sembahyang.” Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina, mudah-mudahan menjadi pengajaran kepada kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.