Selasa, 16 Juli 2013
Angin dingin mulai sirna
Mendengar batinku barkata
Akan kutunaikan ibadah puasa
Ikhlas karena Allah Yang Maha Esa
Dan semoga engkau yang disana juga
sama
Selamat Makan Sahur Kuucap Sapa
Sebelum waktu imsak tiba ...
Suasana Ramadhan sungguh indah,
Karena berhiaskan cahaya ibadah
Menerangi hati semakin cerah
Buat kita tersenyum Alhamdulillah
Bersyukur Kepada Allah Yang Maha
Pemurah
Sebelum imsak aku menegur
Selamat Makan Sahur !
Makan sahur jangan pake pelepah kates
Ntar buka puasa makannya gak lahap
Biar pantun saya maksa gak boleh protes
Kan dari awal saya udah minta maaf
Jalan-jalan ke tanah Banten
Pulangnya mampir ke pantai Sanur
Ayo lekas kita bangun
Untuk Menikmati makanan sahur
Kukirimkan senyum syukur
Lewat do'a yang tak terukur
Semoga yang disana dah bangun tidur
Sebelum waktu imsak menegur
Selamat Makan Sahur !
Biarpun jauh dari keluarga
Namun janganlah lupa
Bahwa dalam hati mereka
Ada senyum do'a do'a
Agar kita sehat Menjalankan puasa
Di bulan yang berlimpah pahala
Untuk engkau yang disana
Selamat Makan Sahur...ya
Semoga puasa berlimpah pahala ...
Ada nasi ikan dan sayur,
Tersedia diatas meja,
Kuucapkan selamat makan sahur,
Untuk Engkau sekaluarga,
https://www.facebook.com/pages/KALAM-CINTA
Dia adalah nafasku
Dia adalah hidupku
Tanpanya ku disini tak berarti
Pengorbanan dan kasih sayangnya yang
membuatku terus bertahan
Air matanya yang di tumpahkan olehku
menyadarkan arti kehadiranku
Ku yakin semuanya kan abadi, kasih
sayangnyapun akan abadi
Hingga tiba hari keberhasilanku,
Ia pun akan memelukku dengan erat
menciumku dengan penuh kasih sayang
dan berkata anakku telah berhasil
Akan ku tunjukkan pada semua orang
bahwa dialah orang yang terhebat
mengajarku di saat ku bilang tak bisa
membimbingku di saatku tersesat
menjewerku di saatku tak mau
mendengar
dan memperlihatkan isi dunia ini
itulah Ayah dan Ibuku
sosok yang akan selalu ku banggakan
AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN
Ramadhan kembali menjelma lagi,
Akan terubat rindu di hati ini,..
Rinduku pada solat Sunat Terawih ,
Rasullullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam
bersabda:
"Sesiapa yang mendirikan sembahyang
(Terawih) dalam bulan ramadhan dengan
penuh keimanan dan mengharapkan
keredhaan Allah, akan diampunkan
segala dosa yang dilakukannya sebelum
itu".
Rinduku pada taddarus Al-Quran ,
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam
bersabda:
"Tidak berkumpul suatu kaum pada
mana-mana rumah Allah, mereka
membaca dan bertadarus Al-Qur'an,
melainkan diturunkan kepada mereka
ketenangan (sakinah), diliputi rahmat,
dikelilingi malaikat dan Allah menyebut
mereka pada para malaikat"
Rinduku pada malam Lailatul-Qadar ,
"Sesiapa yang menghidupkan malam
Lailatul Qadar
dengan penuh keimanan dan
mengharapkan pahala,
maka diampunkan baginya dosa yang
telah lepas dan sesiapa yang berpuasa di
bulan Ramadhan dengan penuh keimanan
dan mengharapkan pahala,
maka diampunkan baginya dosa yang
telah lepas."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Rinduku pada segala-galanya di bulan ini..
Masih sempatkahku untuk
menyempurnakan rindu itu,
Penuhilah hari-harinya dengan beribadat,
Kejarlah syurga dan jauhilah neraka,
Moga bahagia sepanjang hayat.
Ramadhan bukan sekadar menahan diri
drpd lapar dan dahaga..
Ramadhan adalah utk kita memperbaiki
hubungan dgn Pencipta..
Let's strive together to be productive
muslim.. Insyaallah..
Senin, 15 Juli 2013
Humor Ramadhan
Pada suatu hari di bulan ramadhan,
ada seorang anak tidak sabar
menunggu adzan maghrib dan mengeluh
pada bapaknya.
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa
sich?”
Bapak : “Jam 18, sabar dong” Jawab
bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 06:20
terus”
Bapak : “Emang knp?”
Anak : “Kan pengen cepet buka puasa
pak…,
apa kita putar aja jamnya biar jam
18:00?”
Bapak : “Ya udah…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan
segera memutar jarum jam sampe ke
angka 18:00.
Anak : “Pak…udah jam 18:00 tuh,
buka puasa yok…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di
kamar. Di ruang tamu, di ruang
tengah, di kamar bapak,dan di dapur
belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6
semuanya?” Respon anak itu
manggut- manggut , lalu berlari dan
memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…”
Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan
masjid udah?”
Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga
dan masjid juga??”
Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6
semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, mending
nunggu aja, ketimbang mesti capek-
capek muter jarum
jam kecamatan.”
Pada suatu hari di bulan ramadhan,
ada seorang anak tidak sabar
menunggu adzan maghrib dan mengeluh
pada bapaknya.
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa
sich?”
Bapak : “Jam 18, sabar dong” Jawab
bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 06:20
terus”
Bapak : “Emang knp?”
Anak : “Kan pengen cepet buka puasa
pak…,
apa kita putar aja jamnya biar jam
18:00?”
Bapak : “Ya udah…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan
segera memutar jarum jam sampe ke
angka 18:00.
Anak : “Pak…udah jam 18:00 tuh,
buka puasa yok…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di
kamar. Di ruang tamu, di ruang
tengah, di kamar bapak,dan di dapur
belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6
semuanya?” Respon anak itu
manggut- manggut , lalu berlari dan
memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…”
Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan
masjid udah?”
Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga
dan masjid juga??”
Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6
semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, mending
nunggu aja, ketimbang mesti capek-
capek muter jarum
jam kecamatan.”
Mangkuk yang Cantik, Madu yang Manis dan Sehelai Rambut. "
Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).
Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsman bin Affan r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber’amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Allah SWT berfirman, ” Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
https://www.facebook.com/IslamicMotivationIndonesia?hc_location=stream
Abu ridho, pelayannya, meriwayatkan, “Dalam suatu kesempatanSyaikh Abdul Qodir berbicara tentang roh. Ditengah penjelasan beliau diam, duduk dan kemudian bangkit kembali seraya bersenandung,
Rohku telah diciptakan dengan hikmah dalam ke-qadiman, sebelum ia mewujud, ketika ia dalam ketiadaan.
Sekarang, bukankah suatu kebaikan setelah aku mengenal kalian lalu aku pindahkan kakiku dari jalan hawa kalian.
Di lain riwayat, Abu Ridho bercerita, “Suatu hari beliau menjelaskan tentang cinta. Tiba-tiba beliau bangkit dan diam. Lalu beliau berkata, “Aku tidak akan berbicara kecuali dg 100 dinar”. Orang2 pun menyerahkan apa yg beliau minta. Kemudian beliau memanggilku dan berkata, “Pergilah engkau ke pekuburan Syuniziyah dan cari seorang Syaikh yg sedang bermain2dg kayu lalu berikan emas ini kepadanya dan bawa dia kepadaku”. Aku pun pergi dan menemukan Syaikh yg beliau maksud sedang berdiri dan memain-mainkan tongkat kayu. Aku pun mengucapkan salam dan menyerahkan emas tersebut kepadanya. Dia berteriak dan jatuh pingsan. Saatbeliau sadar, aku berkata kepadanya, “Syaikh, syaikh Abdul Qodir ingin bertemu denganmu”
Beliau kemudian mengikuti menemui Syaikh Abdul Qodir. Setibanya disana, Syaikh Abdul Qodir memberi perintah untuk menaikkan di kursi tempat beliau mengajardan meminta orang tersebut untuk menceritakan kisahnya. Dia berkata, “Tuanku, sewaktu masih muda aku adalah seorang penyanyi bagus yg dikenal banyak orang. Tapi setelah tua, tidak ada seorang pun yg memperhatikan aku. Aku pergi dari baghdad dan berkata dalam hati, “Aku tidak akan menyanyi kecuali untuk yg mati”. Saat aku mengelilingi pekuburan ini, aku duduk disalah satu kuburan yg ternyata telah terbelah dan nampak kepala mayat yg ada didalamnya. Mayat tersebut berkata kepadaku, “Mengapa engkau menyanyi untuk orang2 mati, bernyanyilah untuk Sang Maha Hidup sekali maka DIA akan memberikan kepadamu apa yg engkau inginkan”. Aku pun jatuh pingsan. Kemudian setelah sadar aku berkata :
Tuhanku, aku persiapkan apa yg kumiliki tuk hari pertemuan dengan-MU, kecuali pengharapan hati dan ucapan mulutku
Memang, sudah asalnya para pengharap mengharapkan harapan dan mereka akan bersedih apabila ENGKAU menolaknya
Jika hanya segolongan muhsin yg boleh mengharap kepada-MU, lalu kepada siapa si pendosa berlindung dan melarikan diri
Ubanku membuatku jelek dihari penghabisan dan perjumpaan dengan-MU, semoga engkau menyelamatkan aku dari apiku
Saat aku berdiri, pelayan anda datang membawakan emas ini”. Sambil mematahkan tongkat kayu yg ada ditangannya dia berkata, “Sekarang aku bertobat kepada ALLAH”
Usai mendengarkan kisah tersebut, Syaikh Abdul Qodir berkata, “Ya fuqara, jika kejujuran (Ash-Shidq) orang ini terhadap sesuatu yg sia-sia saja menyebabkannya memperoleh apa yg dia inginkan apalagi dg para sufi yg bersungguh2 dalam kesufian, ahwal dan thariqahnya”
Kemudian beliau melanjutkan, “Hendaknya kalian berlaku jujur dan bersih hati. Tanpa keduanya, tidak mungkin seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Apakah kalian tdk mendengar firman ALLAH, “Jika berbicara hendaklah kalian berkata jujur”
Saat beliau meminta 100 dinar, ada 40 orang mengantar jumlah yg sama kepada beliau. Beliau hanya mengambil dari satu orang. Dan setelah orang ini bertobat, sisa dari uang pemberian tersebut beliau bagikan kepada orang-orang. Peristiwa hari itu menyebabkan 5 orang meninggal dunia” (Mungkin karena terkejut dg keagungan ALLAH) (Mahkota Para Aulia, 2005)
Langganan:
Postingan (Atom)